PELAJARAN 8
ASMAUL HUSNA
a. Al-Baathin ) )البَاطِنُ
Al-Baathin artinya Maha Tersembunyi. Allah
Swt mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi, baik yang
terlihat maupun yang tidak terlihat. Allah Swt mengetahui segala isi hati
dan pikiran bahkan niat manusia. Allah Swt mengetahui segala apa yang ada di
dalam perut bumi hingga makhluk yang terkecil di dalamnya. Allah Swt Maha
Tersembunyi artinya zat yang tersembunyi dari cara “bagaimana Dia berada”
(Kaifiyah). Tersembunyi dari pandangan kasat mata dan indra manusia
karenanya manusia memuliakan-Nya. Dalam al-Qur’an surah Al-Hadid ayat
3:
Artinya:
“Dialah yang Awal dan yang akhir yang Dhahir dan
yang Bathin;
dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.”(QS. Al-Hadid [57]:3).
a. Al-Walii ) )الوَل
Al-Walii adalah Yang Maha Melindungi. Artinya Allah
Swt yang mencintai dan melindungi. Al-Walii dapat
diartikan pula Maha Menguasai dan mengurus semua urusan makhluknya, Manusia
yang meyakini bahwa Allah Swt mempunyai sifat Al-Walii maka ia
akan merasa cukup dengan perlindungan- Nya, lalu bergantung sepenuhnya
pada Allah Swt dalam segala keadaan dan keinginan. Dalam al-Qur’an surah
Al-Baqarah ayat 257 Allah Swt berfirman:
وۡلِياَؤُٓهُمُ ٱلطَّغُٰوتُ
َ
ٱللُّٰه وَلُِّي ٱلَّذيِنَ ءاَمَنوُا يُخرۡجُِهُم مّنَِ ٱلظُّلمَُتِٰ إلَِى ٱلنوُّر وَٱلَّذيِنَ كَفَرُوٓا أصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ
Artinya:
“Allah Swt pelindung orang-orang yang beriman; Dia
mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). dan
orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan
mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). mereka itu adalah penghuni
neraka; mereka kekal di dalamnya.”(QS. Al-Baqarah [2]:257).
Allah Swt melindungi orang yang beriman dan memberi petunjuk ke jalan yang benar. Oleh karena itu kita tidak boleh berlindung kepada jin, setan atau bendabenda lain . Karena itu merupakan perbuatan syirik dan termasuk dosa besar.
a. Al-Mujib ) )المُجِيْبُ
Al-Mujib artinya Maha Mengabulkan Do’a. Allah Swt
mengabulkan doa orangorang yang memohon kepada-Nya. Dalam al-Qur’an surah
Al-Baqarah ayat 186 Allah Swt berfirman:جِيبُ دعَۡوةَ ٱ اَّلدعِ إذِاَ دعََانِۖ فلَيۡسَۡتجَِيبوُا لِي وَلۡيؤُۡمنِوُا
لكََ عبِاَديِ عَنِيّ فإَنِِّي قرَيِبٌ أ وَإِذاَ سَأ بِي لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ ١٨٦
Artinya :
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu
tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan
permohonan
orang yang berdoa apabila
ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku)
dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”(QS.
Al-Baqarah [2]:186). Allah
Swt akan mengabulkan permintaan orang-orang yang berdo’a. Menenangkan keresahan
orang-orang yang berharap. Memberi sebelum diminta, dan mewujudkan keinginan hamba-Nya sebelum
dimohonkan kepada- Nya.
Contoh para nabi yang berdo’a untuk kebaikan kaumnya, do’a orang yang sakit, do’a orang tua untuk
anaknya dan masih banyak do’a-do’a lainnya. Kita harus berdo’a kepada Allah
Swt karena hanya Dialah yang maha mengabulkan do’a-do’a kita. Berdo’a kepada selain Allah Swt adalah
perbuatan dosa besar dan tidak
akan terkabul.
a. Al-Jabbar ) )الجَبَّارُ
Akar kata “Al-Jabbar”
bermakna memperbaiki sesuatu dengan cara memaksa. Kata “Jabbara” kadang dipakai
untuk makna “perbaikan” dan kadang untuk makna “pemaksaan”. Atas dasar ini,
Al-Jabbar bermakna “memperbaiki urusan hamba dan menjamin kemaslahatan mereka”.
Makna lainnya adalah “berkuasa memaksakan ketentuan-Nya terhadap mereka.” Al-Jabbar artinya Yang Maha Memaksakan
kehendak. Kehendak Allah Swt tidak dapat diingkari dan pasti terjadi. Sesuatu
yang menurut manusia tidak mungkin terjadi tetapi menurut Allah Swt segalanya
mungkin dan bisa terjadi sesuai dengan kehendak-Nya. Misalnya kita mengira
orang yang sakit parah akan meninggal dunia tetapi kenyataannya orang tersebut
menjadi sembuh dan sehat kembali. Disitulah Allah Swt berkehendak atas segala
sesuatu yang terjadi. Apabila Allah Swt telah menentukan sesuatu maka tidak ada
yang bisa menghalanginya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar