Pelajaran 3
HIJRAH PARA SAHABAT NABI MUHAMMAD SAW.
Hijrah Ke Habasah
Adaptasi lagu “Oh Amelia”
Oleh Ida Herlina
Pergi
berhijrah dari Makkah ke Habasah
Untuk
berlindung dari siksa kaum Quraisy
Para
sahabat diam-diam menyelinap
Agar selamat dan bertemu Raja Najasyi
Penderitaan
kaum muslimin karena disiksa dan dianiaya oleh kaum kafir Quraisy telah
menimbulkan kesedihan yang amat dalam pada diri Nabi Muhammad Saw. Walaupun
para sahabat adalah orang orang yang sabar dan tabah, namun Nabi Muhammad Saw.
Tetap merasa khawatir akan keselamatan mereka. Beliau berpikir kaum muslimin
perlu pindah untuk sementara ke negeri lain.
A. Peristiwa Hijrah ke
Habasah
Apa arti Hijrah ?
Hijrah adalah pindah
dari satu tempat ke tampat yang lain. Nabi Muhammad Saw. mengetahui bahwa
Ashhimmah An-Najasyi, adalah seorang raja dari Negeri Habasah yang adil dan
tidak mau menzhalimi seorangpun. Maka Nabi Muhammad Saw. memerintahkan kaum
muslimin agar hijrah ke Habasah.
Peristiwa hijrah ke
Habasah ini terjadi dalam dua tahap:
1.
Hijrah ke Habasah tahap
pertama.
Pada bulan Rajab tahun
ke-5 Kenabian serombongan kaum muslimin Mekah berhijrah ke Habasah untuk
pertama kali. Dalam tahap pertama itu rombongan terdiri dari 10 orang pria dan
5 orang wanita. Di antara
mereka adalah: Utsman bin Affan bersama
istrinya Ruqayyah (putri Nabi Muhammad Saw.), Abu Hudzaifah beserta istrinya
Sahlah binti Suhail bin Amr, Zubair bin Awwam, Mush’ab bin Umair, Abu Salamah
beserta istrinya yang bernama Ummu Salamah binti Abu Umaiyyah, Utsman bin
Madz’un, Abdurahman bin Auf. Rombongan hijrah ini dipimpin langsung oleh Utsman
bin Affan. Dalam perjalanan hijrah ini mereka berangkat secara diam-diam,
mereka keluar dari Mekah dengan berjalan kaki menuju pantai. Kemudian naik ke
sebuah perahu yang terapung di Pelabuhan Shuaibah yang siap mengantarkan mereka
menuju ke Negeri Habasah untuk menghindari kemurkaan dan kebiadaban kafir
Quraisy.
Di Negeri Habasah mereka
disambut dengan ramah dan penuh persahabatan. Ini adalah pertama kali ajaran
Islam tiba di Afrika. Kemudian Raja Habasah menempatkan mereka di Negash yang
terletak di sebelah utara Propinsi Tigray. Wilayah yang kemudian menjadi pusat
penyebaran Islam di Habasah.
Setelah kurang lebih tiga
bulan menetap di Habasah dan mendapat perlindungan, para sahabat mendapat kabar
bahwa masyarakat Mekah telah memeluk Islam. Maka beberapa sahabat di antaranya
Utsman bin Madz’un kembali ke Mekah. Ternyata kabar yang mereka terima adalah
berita bohong. Keadaan di Mekah ternyata belum aman, maka mereka kembali ke
Habasah bersama rombongan yang lain. Rombongan inilah yang kemudian termasuk dalam
rombongan hijrah ke Habasah tahap ke dua.
2.
Hijrah ke Habasah tahap
kedua.
Hijrah ke Habasah pada
tahap kedua ini dipimpin oleh Ja’far bin Abi Talib. Rombongan ini terdiri dari
83 pria dan 18 wanita. Mengetahui hal itu, kafir Quraisy segera mengirimkan
utusannya, yaitu Amr bin Ash dan Imarah bin Walid menghadap Raja Habasah. Kedua
orang itu meminta agar Raja Najasyi mengusir umat Islam dari Habasah. Apa yang
terjadi kemudian? Bagaimana sikap Raja Najasyi? Permintaan Amr dan Imarah itu
ditolak oleh raja Najasyi dan para sahabat tetap tinggal di negeri itu hingga
Nabi Muhammad Saw. hijrah ke Madinah. Namun tidak semua sahabat kembali
berkumpul dengan Nabi Muhammad Saw. Sebagian dari mereka memutuskan untuk
menetap di Habasah untuk mengembangkan agama Islam disana. Setelah itu banyak
penduduk Habasah yang memutuskan untuk memeluk Agama Islam.
penduduk Habasah yang memutuskan untuk memeluk Agama Islam.
B.
Sebab-sebab Nabi
Muhammad Saw. Menganjurkan Sahabat Hijrah ke Habasah.
Tahukah kamu, mengapa
Nabi Muhammad Saw. menganjurkan para sahabat untuk berhijrah? Keadaan kaum
muslimin semakin menyedihkan. Mereka disiksa dan dianiaya oleh kaum kafir
Quraisy. Keadaan ini menyebabkan kesedihan yang amat dalam pada diri Nabi
Muhammad Saw. Kekerasan yang dilakukan kaum kafir Quraisy dan para pemimpin
mereka terhadap kaum lemah dari kaum Muslim semakin meningkat. Tidak
henti-hentinya mereka disiksa, diperlakukan dengan buruk, bahkan tidak
segan-segan dibunuh oleh kaum kafir Quraisy. Terutama kaum muslimin dari
golongan budak atau atau orang-orang yang memiliki kedudukan sosial yang
rendah. Rasulullah Saw. menganjurkan kaum Muslim yang tertindas itu untuk hijrah
ke Habasah. Dengan hijrah itu, diharapkan mereka akan mendapatkan kehidupan
yang aman dan damai, sehingga mereka dapat menjalankan Agama Islam dengan
tenang. Pemilihan Habasah sebagai negeri tujuan hijrah adalah karena negeri itu
mudah dijangkau dengan perahu. Selain itu Negeri Habasah memiliki raja yang adil dan tidak pernah berbuat sewenang-wenang.
C. Kesabaran Para Sahabat Nabi Muhammad Saw. Pada Peristiwa Hijrah ke Habasah Sekian lama kaum muslimin bersabar menghadapi kekejaman kaum kafir Quraisy. Jauh dari rasa tenteram dan damai setiap saat mereka harus menghadapi siksaan, hinaan, dan cacian dari kafir Quraisy. Bahkan nyawapun menjadi taruhan. Sampai pada akhirnya mereka mengikuti perintah Nabi Muhammad Saw. untuk berhijrah ke Habasah. Hijrah ini merupakan salah satu usaha dari kaum muslimin untuk meringankan beban dari belenggu kafir Quraisy. Namun perjalanan yang dilalui oleh para sahabat ke Habasah ini memerlukan keberanian yang luar biasa. Mereka harus diam-diam keluar dari kota Mekah, agar tidak diketahui oleh kaum kafir Quraisy. Dengan perasaan tidak menentu mereka mengendap-endap berjalan di malam hari menuju ke pelabuhan. Mereka berharap mendapatkan ketenteraman dan ketenangan hidup di negeri hijrah. Namun akankah ujian itu berakhir? Usaha kaum kafir untuk mengganggu ketenangan kaum muslimin dalam berhijrah tidak berhenti sampai disitu. Utusan dari kafir Quraisy berusaha mempengaruhi Raja Najasyi agar kaum muslimin yang berada di Habasah diusir dari negerinya. Namun Allah Swt. memberikan pertolongan sehingga Raja Najasyi tidak terpengaruh, sehingga kaum muslimin masih bisa tetap berada di negeri Habasah. Mereka menghadapi segala resiko dalam mempertahankan Iman dengan penuh pengorbanan, kesabaran dan ketabahan. Sehingga Allah Swt. akan memberikan ganti surga bagi mereka yang berjuang di jalan-Nya dengan penuh keikhlasan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar